Sudah seminggu ini saya memampang foto saat saya sedang diving sebagai profile picture di account facebook. Jujur… Saya sangat bangga ! Heheh…

The Lady Diver
The Lady Diver


Getting Diving Certificate
Berkat provokasi berupa icip-icip diving yang diadakan oleh sebuah club di kantor, saya teracuni dan mengambil sertifikasi diving ‘One Star’. Bersama dengan 9 orang nekad lainnya, kami melalui 3 kali materi di kelas, 2 kali materi di kolam, dan 3 hari praktek di laut. Selama 3 hari praktek di Pulau Pramuka yang saya rasakan adalah… sirkulasi kegiatan yang monoton.  Hanya ada 3 hal utama yang kami lakukan, yaitu… Makan, tidur, menyelam, makan, tidur, menyelam, kemudian… makan, tidur dan menyelam. Hehehe… Mungkin memang begitulah kalau masih awal-awal, tenaga terkuras untuk menyelam, sampai malamnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain tidur pulas.

Lulus !

Lulus !

Proses ceremonial untuk lulus ujian ini pun cukup berkesan. Jam 6 pagi, saat cuaca berangin, dingin, dan hujan gerimis, kami ber 10 dikumpulkan di dermaga oleh instruktur kami. Ternyata kami harus mengambil dan memakai baju kelulusan di kedalaman 5 meter ! Untungnya kami bisa melewati ujian itu. Karena cuaca yang dramatis, saya agak terbawa suasana, hampir tak percaya… ternyata saya bisa juga jadi diver. =)

Dive the Paradise
Surat Ijin Menyelam sudah dikantong. Kemana saya menjajal keahlian baru saya? Lombok. Yap, tanah kelahiran saya sendiri. Kangen dan rindu saya terhadap pulau Lombok yang terpendam selama ini bisa terbayar, dan luar biasanya lagi, saya akan menyelam ! Perfecto. =)

Di ‘komplek’ gili Terawangan, Meno dan Air bersaudara, saya menyelam di beberapa dive spot, Shark Point (20m), Meno Wall (22m), Manta Point (18m) dan Bounty Wreck (15m). Disini ada banyak Penyu, Lion Fish, Stone Fish, Nudibranch yang lucu-lucu, Kerapu raksasa, school fish nya Ekor Kuning dan tentu saja Clown Fish aka Nemo. Sayangnya saya belum beruntung untuk bertemu dengan hiu.

Rombongan Ekor Kuning

Rombongan Ekor Kuning

Masih banyak biota laut lain yang saya temui, tapi saya belum bisa banyak cerita… karena saya masih newbie. Hehehehe… Saya janji, next time saya akan lebih ekspresif. =)

Jadi… Disinilah saya merasakan bahwa… Jadi penyelam itu enak. Dan bikin kecanduan… Belum lagi rasa cinta saya sama Indonesia makin menjadi-jadi karena melihat dunia bawah laut nya yang indah. Kita sendiri yang punya laut, masa cuma jadi penonton saja?

Diver Hero
Saya bertemu banyak teman baru. Diantaranya ada orang-orang hebat yang ingin saya ceritakan disini.

Om Teddy. Bapak ceriwis yang satu ini ngakunya punya sejarah penyakit yang panjang, jantung, stroke, dsb. Tapi nyatanya berenangnya jago pisan, masih bisa water trapping 15 menit, dan lulus Sertifikasi Dive One Star. Saya yang masih muda jadi malu, karena gak lulus water trapping 15 menit. Heheh.

Ibu Desi. Karena melihat sesi latihan di Kolam Marinir Cilandak, ibu ini tidak segan-segan ikut nimbrung dan mengambil kelas sertifikasi diving. Walaupun umur sudah berkepala 5, tapi semangatnya masih anak muda. Salute for Ibu Desi !

Umur boleh kepala 5, tapi jiwa anak muda.

Umur boleh kepala 5, tapi jiwa anak muda.

Bli Komang. Bli Komang selama ini lebih banyak naik gunung daripada main ke pantai. Walaupun tidak pede dengan kemampuan berenangnya, tidak menyurutkan semangatnya untuk mengambil kursus diving. Yang penting sekarang Bli Komang sudah lulus, dan bisa cerita ke keluarga di kampung halaman kalau anaknya sekarang sudah bisa diving. =)

Bagaimana? Menjadi diver bukanlah hal yang mustahil. Kalau saya bisa, kenapa anda tidak? =)

Pictures are taken from Mas Ardi and Paul.