Beruntunglah saya, punya kesempatan untuk berkunjung ke bagian utara pulau Borneo ini. Tepatnya berlokasi di negara bagian Sabah, Malaysia.

Sekilas Kota Kinabalu

Sabar dulu ya cerita tentang pendakian Gunung Kinabalu-nya.🙂 Pengen sharing sedikit tentang Kota Kinabalu (KK).

Dimulai dengan mobil,,, jika dibagi jadi 2 kelompok besar, hanya ada 2 jenis mobil di KK. Yang pertama, mobil buatan lokal yang imut dan lucu. Kedua, mobil-mobil gagah 4 wheels impian saya sejak SMA. Yang dibelakang nya ada bak nya gitu loooh… Berbagai merek, berbagai warna. Jadi ngences ngeliatnya.😄

KK punya pantai yang mirip seperti Pantai Losari. Di pantai banyak semacam pedagang kaki lima. Dan herannya, banyak makanan berembel ‘Jawa’ dijual disana. Lanjut tentang bangunan… Kebanyakan bangunan di KK 2-3 tingkat. Saya sendiri menginap di X-Plorer Backpacker Lodge yang berada di tengah kota. Berjalan keluar penginapan, tidak akan susah menemukan 7 Eleven, Circle K, Pharmacy, Burger King, KFC, penjual asinan, warnet, pub, café sampai rumah makan muslim. Berjalan kaki agak jauh, ketemu pasar sayur, pasar ikan asin dan pasar cinderamata.

X-plorer Backpacker Lodge

X-plorer Backpacker Lodge

KK menurut saya cukup nyaman, sederhana dan menyenangkan. Dan saya baru sadar belakangan kenapa saya jadi betah di sini; tidak pernah dengar bunyi klakson ! heheh…

Enam Kilometer

Perjuangan dimulai dari Timpohon Gate. Saya membekali diri saya dengan sebuah tongkat seharga 3 ringgit. Jalurnya sudah jelas, banyak tangga, dan setiap 0.5 KM selalu ada papan informasi dan pos peristirahatan. Tiap pos peristirahatan ada toilet dan air untuk mengisi bekal air minum. Sementara beristirahat di pos peristirahatan, para pendaki bisa saling berkenalan dengan pendaki lain yang berasal dari berbagai negara, sembari menyantap bekal makan siang. Tidak. Tidak ada yang jual bakso atau nasi uduk.😛

Namun bukan berarti perjalanan ini ringan. Tanjakan terus-menerus, tanpa bonus, identik dengan enam kilometer ini. Benar-benar butuh kesiapan fisik dan mental🙂 Manalagi, dimulai dari KM 3, hujan pun mengiringi langkah kaki. Alhasil…

Saya jalan sendirian…

Kehujanan…

Di tengah hutan…

Sungguh momen yang khidmat buat saya mengingat Tuhan. “Ampuni dosa saya Ya Allah, saya janji gak nakal lagi… Ya Allah… Hujannya berhenti dong…”

Kilometer Enam

Begitu ketemu bangunan Laban Rata, maka saya ucapkan… Walhamdulillahirabbilalamiiiiiiin…😀 Bagaikan sorga dunia, di sini semua yang anda butuhkan tersedia. Setelah bersusah-susah menyeret kaki, kedinginan dan kelelahan, anda bisa makan hidangan mewah dan unlimited (iya-saya-tidak-bohong) !

Laban Rata, Silahkan makan sepuasnya.

Laban Rata, Silahkan makan sepuasnya.

Sudah kenyang? Silahkan istirahat. Ada toilet, dapur, kamar tidur, kasur nya bersih, lengkap dengan bantal dan selimut. Saya pun tidur nyenyak sampai dibangunkan suara Mbak Retno jam 1 pagi…

“Run, ayo run, packing run, bangun run, run… run…”

“… … …”

“ARUNA !”

Tali Putih Tak Berujung

2 km untuk menuju Low’s Peak juga perjuangan berat. Karena vegetasinya hanya bebatuan, kami diminta mengikuti tali sebagai navigasinya.
Tapi sungguh, semua kelelahan yang dialami terbayar lunas dengan R.A.S.A yang didapat saat sampai di puncak. Pemandangan tanpa batas di ketinggian 4095.2 mdpl yang sensasional…. Bikin saya pengen loncat dan teriak kegirangan.🙂 Dan Gunung Kinabalu pun menjadi kue ulang tahun saya yang istimewa.

Negeri Di Atas Awan

Negeri Di Atas Awan

Indonesia Bisa !

Apa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dari sini? Gunung Kinabalu dengan ketinggian yang bukan main-main tersebut ramai didatangi oleh wisatawan dari seluruh manca negara dan dari berbagai kelompok umur, karena telah dikelola dengan baik dan cerdas. Enak kan… naik gunung tidak perlu berat-berat bawa tenda, beras, parafin dan trangia. Wong semuanya sudah tersedia.😀 Pendaki hanya perlu mempersiapkan kondisi fisik dan menikmati pemandangan sekitar.

Seandainya Indonesia pun begitu. Bayangkan sumber pemasukan bagi negara dari hanya sektor wisata. Mengutip kata-kata Mas David, “Indonesia itu bagaikan wanita yang cantik luar biasa… Tapi nggak bisa dandan.” Hmmm… Seandainya wanita cantik ini bisa dandan…😀