Pengeluaran yang tidak bisa saya hindari tiap bulannya adalah.. pengeluaran untuk jalan-jalan/travelling ke luar kota. Ini merupakan hobi saya. Dan namanya juga hobi, udah gak kepikiran lagi buat menimbang-nimbang pengeluaran.๐Ÿ˜› Tergantung pada jenis jalan-jalannya. Semakin jauh, bisa mahal di transportasi. Kalau mau diving, butuh pengeluaran extra, karena ada biaya untuk menyewa alat dan dive master nya. Backpacker dan jalan koper juga tentu bisa membuat perbedaan di pengeluarannya. Satu lagi, kalau di daerah yang mau kita singgahi ada keluarga/kerabat yang berbaik hati untuk ditumpangi menginap, juga bisa mengurangi biaya perjalanan. Tentunya! Heheheโ€ฆ

Saya pernah berangkat mendadak untuk perjalanan diving ke Lombok, dan mengeluarkan sekitar 4jt rupiah. Perjalanan besar lainnya di tahun 2011 ini, adalah naik gunung Kinabalu, yang menghabiskan sekitar 6jt rupiah. Namun, justru trip Kinabalu saat itu tidak begitu terasa menyesakkan kantong, karena sudah di plan satu tahun sebelumnya. Jadi saya masih sempat menabung.๐Ÿ™‚

Sebenarnya tidak selamanya hobi ini harus mengeluarkan biaya banyak. Kalau sedang bosan jalan-jalan mahal, saya suka berbackpacking ke daerah yang belum pernah saya kunjungi. Berkunjung ke desa eko wisata Tapak Bumi, mengasingkan diri dari bising kota Jakarta, menghirup udara segar, dan bercengkerama dengan anak2 di desa, cuma perlu keluarin kocek 80ribu rupiah. Super murah kan? Perjalanan 3 hari 2 malam ke Krakatau hanya mengahabiskan 310ribu rupiah. Perjalanan 2 hari 1 malam ke Pulau Tidung hanya perlu 300ribu rupiah. Bandingkan kalau kita berwikend di Jakarta, untuk makan, nonton atau karaoke, pengeluarannya gak jauh beda kan.

Jadi, tips2 saya untuk mengemat biaya perjalanan anda adalaaaah… tidak ada ! hehehe… silahkan browsing di tempat lain mungkin sudah ada yang membahas.

Nikmati saja perjalanan anda.

Trip now, think later.