“Jogja, Surabaya atau Semarang?”

“Jogja”

“Oke”

Semudah itulah saya dan teman-berbodoh-bodoh-ria saya, Fanny, merencanakan perjalanan 2 hari ke Jogja. Pagi itu, hari Sabtu, jam 07.10 kami sudah mendarat di Bandara Adisucipto.

Kehilangan arah…

Bus Trans ala Jogja

Karena the plan is no plan, jadi jelas kami ga punya rencana untuk pergi kemana, dengan apa. Setelah tanya-tanya ke bapak-bapak petugas di bandara, saya baru tau ternayata ada yang namanya Bus Trans Jogja ! *ceritanya kaget* Dan salah satu haltenya ada di Bandara Adisucipto.

Bus nya mirip dengan Bus Trans Jakarta, hanya dengan ukuran lebih mini. Punya cukup banyak jalur yang melewati seantero Jogja. Cukup bisa diandalkan untuk para backpacker dengan dana terbatas seperti kami😀

Fanny vs. Candi Prambanan

Candi ini seharusnya jadi rukun wisata buat orang Indonesia. Siapa yang setujuuu?? Karena itu saya agak maksa Fanny buat berkunjung kesini. Walaupun she seems not interesting at all ! Hehehe.. Katanya sih karena memang gak terlalu tertarik dengan wisata candi candi gitu.  Responsnya ya cuma “Oh…” “Yeah…” “Oke…” “Foto? What for…?” *Minta ditimpuk !

The very excited Fanny

But I brought here in anyway.😀

Cerita Cinta di Ullen Sentalu

Ulaten blencong sejatine tataraning lumaku.

(Semoga cahaya selalu menerangi rumahku.)

Oke, ini bagian paling penting dari perjalanan hari pertama kami di Jogja. Seorang teman memberitahu bahwa Museum Ullen Sentalu adalah museum paling keren seantero Jogja. Ternyata terbukti. Thanks to Putri🙂

Museum ini terletak di lereng Gunung Merapi. Jadi suasana dingin, sejuk dan asri jelas “dapet” saat berkunjung ke sini. Kami ditemani oleh Mbak Ria, sebagai guide kami.

No pic allowed inside the museum. Just outside.

No pic allowed inside the museum. Just outside.

Ornamen yang dipajang, memang tidak terlalu istimewa, hanya foto, surat-surat lama, kain batik, alat musik atau lukisan. Tapi cerita dibalik itu yang menarik. Bikin emosi, ketawa atau terkagum-kagum.

Tidak hanya menceritakan kebudayaan dan sejarah, museum ini juga menceritakan kisah cinta. Kisah cinta di dalam keluarga kerajaan Jogja dan Solo.

Salah satunya, yang paling saya ingat adalah tentang seorang putri yang paling cantik di jamannya, bernama Gusti Nurul Kusumawardhani. Ayah ibu putri ini masih keturunan raja Jogja dan Solo. Putri yang pintar menari, dan membuat kagum penontonnya di Belanda. Konon Soekarno dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX suka dengan sang putri. Tapi semua ditolak, kenapa? Karena Gusti Nurul tidak mau bersuamikan orang politik dan tidak mau dipoligami. Sedangkan Soekarno… You know lah… Dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga punya 5 selir. Akhirnya Gusti Nurul memilih laki-laki lain, yang berprofesi tentara sebagai pasangan hidup sejatinya. Dan… tentu saja… tidak dipoligami. Kalau diliat-liat fotonya, Gusti Nurul ini jenong tapi cantik. Kayak saya… Jenong juga, tapi… *gak kuat ngetiknya ahhhhhhh*

Kisah cinta yang kedua, adalah Tineke, adik dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Tineke punya seorang kekasih yang tidak disetujui oleh ibunya, Ratu Ageng. Dan pada saat-saat galau itu, Tineke diberi semangat oleh teman-teman dan kerabatnya dengan puisi-puisi yang dikirimkan melalui twitter dan facebook surat. Surat-surat ini kemudian dikumpulan dan dipajang di salah satu ruangan di Museum Ullen Sentalu. Silahkan nikmati salah satunya.

Seekor kuda nil duduk di tepi pantai

Dan menggosok giginya dengan pasir

Oh semoga hatimu selalu demikian suci

Seperti gigi kuda nil

(Om Hadinegoro)

Agak jayus, but its ok lah😀 Setelah galau selama 10 tahun. Akhirnya hubungan mereka disetujui, dan menikah. Happy ending🙂

Di tengah sesi kami diberi minuman yang resepnya diciptakan oleh Ratu Mas yang terbuat dari 7 bahan yang dirahasiakan. Katanya bisa bikin awet muda dan cantik. We do believe…

Keluar dari Ullen Sentalu kami gak punya transport pulang. Terjebak hujan. Nangkring di depan warung selama 1 jam. Bercerita tentang cerita cinta kami sendiri.

Gudeg Mutar Muter

Maksut saya gudeg Wijilan. Lha kok jadi Gudeg Mutar Muter? Iya. Soalnya kami janjian ketemu sama Nuran. Tapi ndak jelas ketemu dimana. Jadinya kami mutar muter pake becak di bawah hujan gerimis di sekitar Wijilan. Hehehehe…

Gudeg Pake Bumbu Laparrr

Gudeg Pake Bumbu Laparrr

Akhirnya makan juga kok, gudegnya yang di depan Bioskop Permata. Saya pesan Gudeg Ayam Dada sama Teh Anget! Uenakeeee Puooolllll :))

Abis itu kami diajak Nuran ke Lesehan Wijilan, tempat duduk-duduk nya anak muda di Joga sepertinya… Ketemu sama Mico dan juga Yandri.

***

Sampun nggih tulisane malem ini. Kesian partner saya tidur di sebelah sementara nungguin saya nulis blog di warnet. Got to go. Back to hotel. Sleep. And continue Moronic Runaway Goes To Jogja-Day 2 trip. See you soon !🙂

***

Itenary Tiket Bus Trans Jogja Rp. 3.000. Tiket Masuk Candi Prambanan Rp. 30.000. Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu Rp. 25.000. Colt Kopma UGM-Museum Ullen Sentalu Rp. 15.000. Gudeg Ayam Dada Rp. 18.000.