Beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 14-15 April 2012, saya mengikuti workshop yang diadakan TEMPO dengan judul rangkaian acara “Festival Jurnalisme Warga. Kencangkan Suaramu.” Acaranya terbuka untuk semua orang dan sarat pengetahuan tentang jurnalisme bagi orang awam. Kalau motivasi saya ya… awalnya hanya demi bisa menulis blog dengan lebih baik. Jadi weekend saat itu saya habiskan disana. Gak rugi🙂

Sesi Desain Visual

Sesi Desain Visual

Selain banyak dapat perbaikan dari Mbak Martha tentang cara menulis saya. Saya juga jadi tau tentang istilah Jurnalisme Warga/Jurnalisme Rakyat/Citizen Journalism. Harry Surjadi, pakarnya dalam hal ini, menyampaikan seminar selama 2 jam khusus tentang Jurnalisme Warga. Jurnalisme Warga merupakan kegiatan jurnalisme yang dilakukan oleh masyarakat awam, bukan oleh wartawan professional. Medianya bisa macam-macam. Bisa lewat SMS atau social media. Misalnya, yang paling popular sekarang ini adalah Twitter.

Biasanya informasi yang disampaikan berupa fakta dan berkalimat pendek. Sebagai contoh sederhana, anda sedang ada di perjalanan dan terjebak kemacetan. Kemudian anda menyampaikan informasi itu lewat twitter, “Macet di Tol Cipularang KM 56”. Ini juga sudah bisa disebut Jurnalisme Warga.

Mas Harry sendiri sudah menerapkan hal ini dengan sekelompok warga di Kalimantan untuk mempermudah akses informasi mereka. Masyarakat yang awam, dan belum bersahabat dengan internet ini, saling memberikan informasi lewat SMS. Informasi yang disampaikan diantara mereka biasanya seputar harga sembako, harga BBM, kegiatan warga dll.

Harapannya, dengan pemahaman adanya Jurnalisme Warga ini akan semakin banyak orang yang mempraktekkan, dan tentunya dengan cara yang benar. Dan, untung-untung kalau bisa mempengaruhi keputusan para pejabat pemerintah. Tapi manfaat yang sangat jelas adalah, karena warga itu ada dimana-mana, bisa jadi agen penyampai informasi yang paling cepat. Berbeda dengan wartawan professional, yang baru bisa menyampaikan berita dengan jeda waktu. Jadi, informasi tentang bencana alam, kecelakaan, pemboman dsb yang membutuhkan penanganan cepat, info pertama bisa didapat dari warga.

Sesi konsultasi bareng Mbak Martha

Sesi konsultasi bareng Mbak Martha

DONT’S saat mempraktekan Jurnalisme Warga adalah; sampaikan opini anda dengan bijak. Jangan menggunakan kata-kata kasar.

DO’S: jika menggunakan twitter, anda bisa me-mention orang yang terlibat, atau media yang lain, misalnya Radio @RadioElshinta. Supaya berita anda bisa sampai ke telinga orang yang anda inginkan. Atau bisa dibantu broadcast oleh media lain yang anda mention.

Jadi ayo mulai berjunalis. Suatu perubahan bisa dimulai dari satu orang, kamu! Iya, kamu!🙂