Pengalaman tidur tidak lazim yang kedua jauuuuuhhhh lebih menyenangkan dari cerita saya yang pertama di Taman Nasional Cibodas.
This time is… BELITUNG. What could be not a good thing about this place? Pantai nya bersih, pasir putih, laut biru dan batu-batu besar yang khas menjadi paduan keindahan pemandangan pantai pantai yang ada di kepulauan ini.

Me at Belitung (Foto oleh: Bpk. Herpri Handono)

Me at Belitung (Foto oleh: Bpk. Herpri Handono)

Kami bermalam di sebuah pulau kecil yang di sebut Pulau Babi. Pulau ini belum memiliki resor, tidak berpenduduk, sehingga terasa seperti pulau pribadi. Malam itu adalah malam terakhir dari keseluruhan 4 hari perjalanan. Perjalanan yang sangat menyenangkan. Kami agak tidak rela untuk mengakhiri dan pulang ke Jakarta. :p

Seusai acara makan malam dan kenyang menyantap ikan bakar nyummy buatan chef Pulau Babi, kami duduk-duduk di pantai. Bintang nya bertebaran. Bulannya penuh. Para fotografer mendapatkan momennya. Jeprat jepret berusaha mendapatkan wajah langit yang sedang cantik malam itu.

Saya? Saya tidak hobi fotografi. Tapi saya bisa menjepret cukup dengan panca indra saya🙂

Di atas sebuah batu… Saya merebahkan badan, menaruh kepala di atas tangan. Tersenyum karena bisa melihat langit malam bertaburan bintang. Memejamkan mata. Beberapa teman fotografi mania masih mengobrol ringan tentang teknik long shutter. Selain itu, di pulau sekecil ini, saya hanya mendengar deburan ombak. Merasakan sayup-sayup suara angin. Agak mengganggu suasana, beberapa nyamuk sempat mampir di tangan. Plok! Plok! Plok! Gak banyak nyamuk yang kena. Tapi tidak merubah suasana hati saya yang senang saat itu. Lagu alam yang tentram dan damai berkumandang.

Sehingga saya tertidur…

Sampai badan saya diguncang-guncang pelan. Seorang teman meminta saya bangun, “Ayo Run, tidur di dalem.”

Katanya saya sudah sejam tidur di atas batu.

Eh?

Hmmm… What a day… Ya Mbak Jen?🙂