Saya tidak punya latar belakang pendidikan bisnis atau pemasaran. Tapi belakangan ini saya sedang membaca satu buku pemasaran yang berjudul “One To One Marketing Fieldbook” yang ditulis Don Peppers dan Martha Rogers. Semoga sedikit sharing disini bisa memberi manfaat bagi pembaca yang kebetulan kesasar di blog saya dan menemukan tulisan ini, sehingga tertarik untuk mencari tau lebih lanjut.

Personalisais (gambar diambil dari gameonlineku.com)

Setiap orang punya interest yang berbeda-beda (gambar diambil dari gameonlineku.com)

Buku ini mengajukan konsep tentang betapa pentingnya perusahaan untuk melakukan pemasaran yang unik bagi setiap pelanggannya. Ya, setiap pelanggannya, dengan penekanan di kata ‘setiap’. One to one (1to1) marketing adalah sebutan bagi konsep tersebut.

Mungkin selama ini kita lebih sering mendengar istilah personalisasi. Eits, menurut pakar pemasaran, 1to1 itu beda lho dengan personalisasi. Ini bedanya; Kalau personalisasi cukup dengan dengan menggolongkan pelanggan (segmentasi) berdasarkan profil yang mirip, kemudian ditawarkan hal yang sama yang kira-kira merupakan persona utama dari segmen tersebut. Sedangkan dalam 1to1, walaupun secara profil mirip, antara aku, kamu, dan dia akan ditawarkan hal yang berbeda dan dengan cara yang berbeda pula, menyesuaikan prediksi kebutuhan dan interest masing-masing pelanggan.

Hmmm… Terdengar seperti mimpi yang terlalu indah ya…

Coba perhatikan betapa pada masa ini, konsumen kebanjiran iklan dan pesan promo secara langsung, dan paling banyak melalui SMS, selain itu ada juga yang melalui telepon dan surat. Penyebabnya karena pelanggan digolongkan menggunakan konsep personalisasi dan kemudian ditawarkan sesuatu yang dianggap semua orang di segmen itu juga suka, padahal nggak. Hanya sebagian kecil yang tertarik dan akan menindak lanjuti tawaran tersebut.

Contohnya, saya gak bakal tertarik dengan tawaran diskon 15% pembelian pakaian dari Adam*** Meanswear, karena saya perempuan, dan belom punya suami. Apa akibatnya kalau pelanggan kebanjiran iklan yang tidak mereka butuhkan? Loyalitasnya berkurang.

Don dan Martha mengajukan 4 syarat utama untuk mencapai 1to1, yaitu:

  1. Mengidentifikasi pelanggan – temukan cara untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang pelanggan anda.
  2. Mengelompokkan pelanggan – temukan bagaimana cara untuk mengolah data tentang pelanggan sehingga memperoleh informasi lebih dalam tentang pelanggan anda, terutama pelanggan dengan Lifetime Value yang tinggi.
  3. Berinteraksi dengan pelanggan – temukan bagaimana cara berkomunikasi dua arah dengan pelanggan. Sehingga dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan, dan perusahaan lebih memahami apa yang diinginkan pelanggan.
  4. Produk/layanan yang bisa menyesuaikan – temukan bagaimana cara agar produk/layanan dapat dicostumize sedemikian rupa mengikuti keinginan setiap pelanggan.

Menurut saya konsep ini tidak hanya menarik untuk perusahaan besar. Bagi anda yang berniat menindak lanjuti keloyalan pelanggan yang sudah anda miliki di bisnis yang anda sedang rintis sekarang, mungkin anda perlu mencari tau tentang konsep ini lebih dalam juga. Tidak perlu mewujudkannya dalam sekali dayung yang berat, memahami pentingnya konsep ini saja sudah merupakan poin yang bagus.

Sekian dulu pengantar tentang 1to1 marketing dari saya, semoga di lain waktu diberi kesempatan untuk melanjutkan pembahasan ini lagi.🙂