You are currently browsing the category archive for the ‘Tips’ category.

Saya tidak punya latar belakang pendidikan bisnis atau pemasaran. Tapi belakangan ini saya sedang membaca satu buku pemasaran yang berjudul “One To One Marketing Fieldbook” yang ditulis Don Peppers dan Martha Rogers. Semoga sedikit sharing disini bisa memberi manfaat bagi pembaca yang kebetulan kesasar di blog saya dan menemukan tulisan ini, sehingga tertarik untuk mencari tau lebih lanjut.

Personalisais (gambar diambil dari gameonlineku.com)

Setiap orang punya interest yang berbeda-beda (gambar diambil dari gameonlineku.com)

Buku ini mengajukan konsep tentang betapa pentingnya perusahaan untuk melakukan pemasaran yang unik bagi setiap pelanggannya. Ya, setiap pelanggannya, dengan penekanan di kata ‘setiap’. One to one (1to1) marketing adalah sebutan bagi konsep tersebut.
Read the rest of this entry »

Advertisements

3 tahun belakangan ini teman-teman sekantor di bawah asuhan manajer saya rutin mengadakan jalan-jalan setiap tahun sekali. Tahun pertama ke Goa Buni Ayu dan rafting. Tahun kedua ke Pulau Harapan. Dan tahun ketiga ke pulau Bali. Saya selalu jadi PIC nya. Sadar nggak sadar ternyata saya lumayan berbakat lhooo jadi trip planner *sombong (kalau ada yang butuh EO buat jalan-jalan silahkan kontak saya dengan harga bisa dinego hehehehe).

Read the rest of this entry »

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya tanggal 14-15 April 2012, saya mengikuti workshop yang diadakan TEMPO dengan judul rangkaian acara “Festival Jurnalisme Warga. Kencangkan Suaramu.” Acaranya terbuka untuk semua orang dan sarat pengetahuan tentang jurnalisme bagi orang awam. Kalau motivasi saya ya… awalnya hanya demi bisa menulis blog dengan lebih baik. Jadi weekend saat itu saya habiskan disana. Gak rugi 🙂

Sesi Desain Visual

Sesi Desain Visual

Read the rest of this entry »

Terdengar muluk muluk memang… Tapi jadi nggak kalo baca pengalaman Lidya Wangsa. Setelah menang sebagai blog pendatang baru terbaik di Pesta Blogger, selain mendapatkan Nokia N73 Music Series, dosennya mengirim Lidya ke Auckland university untuk program studi exchange. Kesempatan itu jatuh ditangannya karena menulis blog. Gimana…? Sudah-agak-berubah pikiran?

Blogging emang bisa berarti macem2 buat masing2 orang. Kalo gw? Mmm… it’s just because I like it. Gw gak pernah bener2 sadar kalo punya secuil bakat menulis kalo bukan karena yang namanya Blog. Sebelum ada blog, gw Cuma nulis di yaa… ehm…diary. Dan di diary, tulisan itu Cuma buat kita sendiri. Kalo lagi sedih, tulis di diary, sedih sedih sendiri, nangis nangis sendiri, makan makan sendiri (kok jadi lagunya Meggi Z). Kalo lagi seneng, tulis di diary, bahagianya juga buat sendiri. Beda kalo nulisnya di Blog! Kalo ada kejadian lucu, ketawanya bisa dibagi2. Kalo lagi sedih juga, di Blog bakal banyak yang kasi support dan masukan. Walaupun selama ini gw belum seterbuka itu membuka perasaan di blog :p

Gak sadar, sekarang Blog jadi mainan favorit gw kalo lagi nginet. Padahal gak ada yang di update Cuma nge-bales comment2 atau kasi comment di blog orang aja. Hahaha. Jangan lupa, blogwalking. Weh, bisa lamaaaaaaa dah di depan komputer. Blog orang macem2 si. Kalo ada yang pro… ada pula yang kontra. Ada yang serius, informatif, ada juga yang nyeleneh. Semua orang berekspresi. Semua bisa ngeluarin pikirannya. Rasanya seperti memasuki era baru di sejarah peradaban manusia. Dan gw bangga ikut bagian di era yang ini. J

Gw juga punya kebiasaan baru semenjak blogging, kalo ada hal2 menarik yang gw temuin sehari2, dan bagus buat diposting, gw catet dulu di note HP. Kalo udah ada waktu, ketik deh.

Mungkin sudah banyak posting-mengenai ‘Ngeblog Itu Berguna Lho’-seperti ini. Cuma mau nambah2in aja. Menebalkan statement itu.  Hehehe… And it’s actually just happened to me. It was when my lecturer offered me to join the International Conference of IC Tel this August. He said, “Ur English is good right?”. Ouw ouw…  I guess he had read my blog, so he assumed that my English is good. I’m not really sure about my English, but I’m surely said YES! to join the conference. Well, it’s a chance of lifetime. Apalagi,  topik yang bakal dipresentasiin nantinya masalah yang ada di TA gw juga, jadi sekalin motivasi buat ngerjain @#$%&* TA. Sip deh. J

Akhir kata, tetaplah kalian ber-blogging ria kawans. Kalian gak tau kesempatan apa yang bisa dateng dengan nge-blog. Bodo amat kalo ‘No Comment’.  So, be it! Don’t stop writing until the sun no longer shine alah… Yang belum bikin? Hayu lah.

Blogging, for Better Future? Tentu saja!

Sebenarnya… Ini tugas Kuliah, sudah lama pula. Tapi… sepertinya diposting bagus juga. Lebih tepatnya Re-Posting dari another blog ‘gak mateng’ gw. :p well, selamat menikmati. Serius, BACA DEH!

Kuliah Kapita Selekta yang dibawa oleh Bapak Romi S. Wahono (RSW) pada hari Sabtu yang lalu cukup memberikan kami semua yang hadir di ruangan itu sebuah pencerahan. Percayalah akan kemampuan diri, kembangkan dan tampilkan atau sharing.

Kalau Bapak Romi membagi mahasiswa di sekolah Jepang dalam tiga kasta, yaitu Kasta Brahmana yang sempurna akademisnya, Kasta Satria yang hidup segan mati tak mau, dan terakhir Kasta Sudra yang bodoh, namun ahli dalam bidang lain seperti olahraga dan musik. Saya jadi berpikir… sepertinya saya adalah kelompok kasta Satria yang hidup segan mati tak mau. Kalau ditanya apa tujuan hidup saya, saya pasti tidak tau. Karena saya memang tidak tau, saya tidak yakin. Yang saya tau, saya harus beribadah kepada Yang Kuasa, kuliah yang bener, jangan nakal, lulus tepat waktu, dapet gelar untuk melamar kerja dan membahagiakan orang tua. What an ordinary life!

Jelas saya bukan Kasta Sudra, karena saya sama sekali tidak punya bakat profesional dalam bidang musik ataupun olahraga. Kenapa tidak Kasta Brahmana? Nilai saya memang cukup baik. Saya mungkin jago menjawab soal-soal ujian, tapi kalau disuruh mendevelop sebuah perangkat lunak atau suatu sistem informasi, hmmm… sepertinya saya kurang berpengalaman. Padahal saya pengen baget lho dapet tawaran atau kesempatan.

Nah… bicara dengan mesin saja saya sudah setengah-setengah, menganalisa design ogah-ogahan, berorganisasi hanya seperlunya, nge-Blog-ing pun sekarang sudah gak rajin, seharusnya saya sadar… selama ini yang saya lakukan sedang-sedang saja. Nggak full act. Sayang juga masa muda habis hanya untuk yang sedang-sedang saja.

Seperti yang dikatakan Bapak Romi, tentukan sekarang di bidang apa kita ingin melakukan spesialisasi. Apakah itu designing, programming, jangan sampai… nothing. Lalu kembangkan diri disana. Jadilah ahlinya. “Lebih baik jadi ikan besar di kolam yang kecil.” Begitu bukan?

Kemudian… Kalau ingin menjadi individu yang utuh, pintar untuk diri sendiri saja ternyata tidak cukup. Berbagilah dengan orang lain. Itulah kenapa kemampuan berbicara sangat penting. Kalau selama ini kita dikenal dengan makhluk individualis, mari kita hilangkan mitos mahasiswa STT Telkom yang asosial itu.

Bapak Romi juga menuturkan bahwa manusia-manusia yang mendominasi dunia pada jaman yang akan datang adalah manusia yang memiliki keunggulan defacto dan keunggulan dejure. Kalau bicara tentang profil seseorang yang sukses karena keunggulan defacto, saya jadi teringat kisah Frank Abagnale. Baru-baru ini kisah hidupnya dikemas dalam film berjudul ‘Catch Me If You Can’ yang diperankan oleh aktor favorit saya, tidak lain dan tidak bukan, Leonardo DiCaprio dan sebagai rival sekaligus sahabatnya adalah Tom Hanks.

Frank sendiri adalah seorang penipu kelas kakap pada tahun 70 an. Dengan kecerdasannya dan juga kelihaiannya memikat orang, dia bisa memperoleh banyak uang dengan membuat cek palsu. Dia juga sempat menjadi seorang pilot, dokter bahkan pengacara! Sedangkan Tom Hanks berperan sebagai seorang agen FBI yang dengan susah payah menangkap si penjahat bebuyutan. Kemudian Frank akhirnya tertangkap juga di Eropa dan dibawa kembali ke Amerika. Hadup Frank berubah, dimulai saat keahliannya digunakan oleh FBI untuk melacak penjahat-penjahat pemalsuan cek yang lain. Ia bahkan dipercaya menjadi salah satu agen FBI. Dan dia juga diminta untuk mendesain cek yang bebas pemalsuan yang kini digunakan oleh banyak bank. Bisakah anda lihat, semua kesuksesan bisa diperoleh Frank tanpa harus bersekolah di MIT atau universitas manapun. Ia memang mempunyai keahlian mutlak di bidangnya, diakui oleh masyarakat, yang mungkin tidak bisa ditandingi oleh yang berpendidikan lebih tinggi sekalipun.

Frank hanyalah salah satu contoh orang terkenal yang sukses karena keunggulan defacto. Pencipta google, pembuat Mozilla Firefox dan banyak orang tersohor lainnya tidak sedikit yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berliku-liku. Kalau tidak di DO dari kampus, ada juga yang seorang kriminal. Tapi mereka dikenal karena hasil kerja mereka nyata, bahkan bisa membuat perubahan peradaban di masyarakat. Siapa sih yang gak pernah googling jaman sekarang?

Hmmm… Mungkin saya DO saja dari STT Telkom, baru bisa jadi orang sukses seperti mereka ya? 😀

Sayangnya, banyak dari kita yang hanya terfokus untuk meraih keunggulan deyure. Padahal gelar bukan jaminan hidup sukses. Kalau punya mobil dan punya rumah mungkin (Insya Allah) sudah di depan mata bagi lulusan STT Telkom. Amin…Tapi hidup sukses yang ini beda artinya. Bagi saya itu berarti bisa menempatkan diri di masyarakat, membuat peradaban baru ke arah yang lebih baik dan jadi seseorang yang berguna bagi negara. Itu baru namanya sukses. What a life!

Walaupun sekarang rasanya masih seperti mimpi di siang bolong, tetaplah bermimpi. Percaya dong kalau sekarang saatnya individu yang membuat perubahan. Sesuai yang dikatakan Thomas L. Friedman dalam bukunya ‘The World Is Flat’ bahwa bukan negara lagi yang berperan seperti pada masa kerajaan Majapahit, bukan juga perusahaan yang berkuasa, tapi diri sendiri lah yang bisa membuat perubahan. Saya… Kamu… Kita sendiri yang bisa membuat perubahan. Ayo berjuang!

REFERENSI

Bapak Romi S. Wahono. Kuliah Kapita Selekta: Trend SDM. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi. Bandung. Sabtu, 22 September 2007.

Berawal dari baca blognya Mae, dan blognya Fanny gw terinspirasi untuk melakukan gerakan ini: Sekotak Susu untuk Anak Jalanan. [sok sosial banget ya gw…] :p At least hal ini bisa dimulai dari diri gw sendiri.

Yup, yang dimaksud dari gerakan “Sekotak Susu untuk Anak Jalanan” –btw, nama gerakannya masih belum fix, ini karangan gw aja-adalah gak ngasih duit buat mereka yang meminta2 di perempatan jalan, atau dimana pun itu. Terutama mereka yang masih dalam masa anak2-yang harusnya sedang belajar di sekolah. Sebagai penggantinya, berikanlah sekotak susu. Atau, kalo gak punya, bisa diganti yang lain, misalnya biskuit dan buah. Bukan duit, yang ujung-ujungnya jatuh ke tangan preman yang mengkreasikan anak-anak kecil tersebut. Bukan duit, yang nantinya buat beli minuman keras. Bukan duit, yang nanti buat beli rokok. Dengan uang kalian, mereka akan tetap di perempatan jalan, meminta-minta.

Dari yang gw baca, sebenernya mereka punya keinginan untuk bersekolah, bahkan mereka lebih matang dari kita-yang hidup serba ada dengan orang tua-karena mereka tau susahnya mencari uang, kejamnya kehidupan. Mereka lebih percaya diri. Yang masih punya semangat besar, bahkan berusaha mencari sekolah gratis, dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka bekerja serabutan seperti membersihkan mesjid, mencari barang rongsokan dan sebagainya. Demi mengejar cita-cita menjadi polisi atau insinyur.

So, that day, sebelum gw mo belanja bulanan ke Griya, gw ambil sekotak susu dari kulkas. Kebetulan sudah ada.

Bener aja, waktu ngantri di tukang Cimol, ada anak kecil umur 8 tahun an, menyodorkan gelas Aqua yang kosong ke gw. Bukannya ngasi duit tapi gw kasi Sekotak Susu. gw kira anak itu bakalan bingung. Tapi malah senyum. “Nuhun teh.” Kata anak itu.

Di dalem angkot balik dari Griya, eh, ada yang minta-minta lagi. Yang satu ini lebih belia, sekitar 6 tahun. Anak kurus botak berbaju kuning ini membawa kayu yang dipaku dengan tutup botol, yang ditepok2an sambil bernyayi lirih. Gak inget deh nyanyi apa. Lebih mirip nggumam. Karena gak ada susu lagi. Gw bongkar belanjaan gw. Apa kira2 yang bisa dikasih… hmmm… akhirnya gw robek plastik jeruk gw. Ambil satu buah. Trus kasih deh ke anak itu. Aha! Mission accomplished!

Anak Jalanan dapet Kata Kata MotivasiAnak Jalanan Dapet Kata Kata Motivasi


Besok besok, gw pikir, gw bakal nyelipin kertas yang tulisannya “Sekolah yang Rajin ya dek” atau selipin pengetahuan2 umum yang menarik, yang jelas semoga bisa mengingatkan mereka kembali akan pentingnya pendidikan buat melanjutkan hidup.

Waktu itu, mae, gw, fany, vidya sempet ngumpul n ngobrol tentang kelangsungan gerakan ini. Sebagai langkah awal, kita mo bikin nama, visi n misi. Trus… ngumpulin masa lewat dunia maya. Klo memungkinkan, kita mau bikin sosialisasinya langsung di jalan. Narik sponsor dan sebagainya. Maklum, we are a twenty something girl. Masih menyimpan semangat yang meluap2. Hueheuheue…

Street Children

Pengamen Kecil

Whoever, wherever, whenever you read this article guys… and think that this might be good for those street childrens, for our next generation, for this country. Please do this simple thing. And yet, tell this to your friend. Karena efeknya juga baru terasa kalo kita sama-sama melakukan ini. Sebelum pergi keluar rumah, ingat, bawalah sekotak susu dalam tas kamu. gak terlalu berat kan?

Even the smallest person in the world can make a change (Arwen, Lord Of The Ring)

The Pamengpeuk Beach

Halo teman-teman backpaker!

Karena banyaknya request yang berdatangan mengenai informasi akomodasi dan lain lain sehubungan dengan kesuksesan perjalanan Tim Ekspedisi Garut beberapa waktu yang lalu. Huehuehue…

Sok liat di sini aja. Sudah dibuat se ringkas dan se informatif mungkin.

Mudah-mudahan bermanfaat ya.


Transportasi

Start Bandung-Cipanas

Angkot Dayeuh Kolot-Buah Batu: 1500 (turun di Kordon)

Angkot Ciwastra: 1000 (turun di Carefour)

Angkot Cicadas-Cibiru: 2000 (turun di Cibiru)

Bus Cibiru-Garut (1.5 jam): 8000 (turun di Jalan Raya Cipanas/AlunAlun Tarogong)

Angkot Cipanas: 1500 (turun di Komplek Wisata Cipanas)

Cipanas-Situ Cangkuang

Angkot Cipanas: 1500 (Turun di pertigaan Taronggong)

Elf : 3000 (Turun di depan Gang Masuk ke Lokasi Wisata Cangkuang)

Delman (1/2 jam): 3000-Tawar

Rakit Situ Cangkuang: 2000

Angkot ke Alun-Alun: 2000

Mesjid Agung garut-Kawah Darajat

Carter angkot Garut-Darajat PP : 140.000 [sangat tidak direkomendasikan]

Kota Garut-Pantai Pamengpeuk

Elf terminal garut-Pamengpeuk (3 jam) : 15000 (turun di pasar Pamengpeuk)

Pick Up/Copy Cup Pasar-Pantai : 3000 (turun di pantai, cihuy!)

perahu ke lokasi Pantai Santolo : 2000

Naek perahu ke Santolo. Detik detik terakhir sunset…


Pamengpeuk-Pulang ke Bandung

Pamengpeuk-Bandung : 15000 (turun di taronggong lagi, soalnya mau beli oleh2)

Mini Bus Cipanas-Bandung : 8000 (Hati-hati banyak copet)

Makan

Tarogong-Cipanas

Nasi Goreng Kambing/Sapi:12000 [Enak]

Nasi kuning tutug oncom, Lontong Sayur, Bubur Ayam: 3000

Toko oleh-oleh di Cipanas:

Ladu: (8000-12000

Aneka dodol: 12000/kg

Kerupuk kulit: berapa ya harganya hir?? lupa… :p

Pedagang Gerobak Alun-alun mesjid Agung garut

Es Kelapa Muda: 2000

Mie Ayam, Siomay, Nasi Soto Ayam: 5000 an

Food Court ‘Gaul’ Deket Mesjid Agung Garut

nasi Tutug Oncom

nasi Ijo Komplit

Nasi Timbel Komplit

Belut Cobek

Nasi Gila Kasmaran

Cumi Bakar

Harga berkisar: 6000-9000

Pamengpeuk-Penginapan Mitra

Mi rebus/Goreng+Telur+Kerupuk : 24000

Nasi Sebakul (Buat 6 orang) : 10000-15000

Nasi Goreng Telor : 7500

1.3 kg Ikan Tongkol Bakar : 39000 [Mak Nyooossss! Top Markotop!]

The Sunset at Santolo BeachThe Sunset at Santolo


Mie-Baso Di Tarogong

Mie ayam, Yamin, Bakso: 7500-10000

Penginapan

Pemandian dan Penginapan Cipta Bela 2

Komplek Wisata Cipanas Garut

Telpon 0262 2247543

Tarif Per ‘Vila’: 200.000-Tawar

Fasilitas: 1 ruang TV, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi berjacuzi, air hanagat, 2 tempat tidur,

[Cukup bersih]

Numpang Tidur di Rumah Arif: GRATISSS!!!

Warung nasi Dan penginapan Mitra

Santolo-Cilauteureun Desa Pamalayan-Cikelet

telpon 2520381

Tarif per Kamar: 35000

Fasilitas: Seadanya saja. Balkonnnya enak buat Do Nothing

[Cukup bersih]

Nice Balcon: Feels like in Thailand :p


Kolam Renang Tasikmadu

Tiket Masuk-Dewasa-hari Libur: 12000

teman… lebih baik kalo kalian bawa temen yang orang sunda, dan bisa ngomong Sunda. Walaupun itu juga gak ngejamin kalian lolos dari penipuan2. yang sering kami alami sebelumnya… jadi tetap hati2 dan waspada.

So… After all, dengan lama trip 3 x 24 jam. Dan temen seperjalanannya 7 orang. Gw abis sekitar 250.000 per orang. Selamat mencoba!

Note: Kalo mau jalan, jangan mikirin berat di ongkos. lakuin aja!

 

Twitter Updates

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,503 other followers

TODAY’s QUOTE

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – St. Augustine

Categories

Explore Here

Hi ! Anda adalah pengunjung ke...

  • 117,396