You are currently browsing the category archive for the ‘Java’ category.

Sun was showing its warm light. Chicken started singing. I opened my eyes and found myself in my red sleeping bag, contradicted with color of the room which made from rattan.

“Hoooammmhhh….” I yawn and felt really excited to start the day because I was in Baduy village.

Baduy House

Baduy House


Read the rest of this entry »

This is the sequel of previous post “Pictures: Ramayana Ballet [1]

Jatayu

This is Jatayu. He is an eagle, son of Sang Aruna (wew! :p) and nephew of Sang Garuda. He and Rama’s father, Dasaratha, is an old friend.


Read the rest of this entry »

Last Tuesday, I went to Prambanan, Jogyakarta, to watch the show of Ramayana ballet. Its holiday season, but luckily I still got the ticket though only few hours before the show. Dancers, music, costume are combined perfectly into a show. I suddenly fell in love with the story. Its full of life lesson, humanity, love and trust. My brother, Kharisma N. P., took pictures with his camera. Here are some of his shots of the show with short description. Enjoy it. 🙂

There are two types of venue, outdoor and indoor. The outdoor it self is amazing. You will have the scenery of Prambanan while watching the show. Dont forget about the stars and the moon.

There are two types of venue, outdoor and indoor. The outdoor it self is amazing. You will have the scenery of Prambanan. Dont forget about the stars. And the moon. 🙂 I came 30 minutes earlier before the show. In order to get the front row.

Read the rest of this entry »

Jangan menyebut diri anda traveler kalau belum pernah tidur di alam terbuka 🙂

Mengingat-ingat kembali perjalanan-perjalanan yang pernah saya lakukan, saya menyadari bahwa beberapa momen favorit saya adalah saat tidur dengan kondisi yang tidak lazim. Baca tulisan ini sampai habis, kalau ingin tau apa maksudnya ‘tidak lazim’. 😉

Di Dalam Bivak (Foto oleh: Mbak Ayu Sekar Pratiwi)

Di Dalam Bivak (Foto oleh: Mbak Ayu Sekar Pratiwi)

Salah satu kondisi tidak lazim saya alami adalah saat mengikuti kegiatan survival selama 2 hari 1 malam di kawasan Taman Nasional Cibodas. Namanya juga acara survival, pesertanya ‘dipaksa’ menyesuaikan diri dengan kondisi hutan yang dingin dan liar dengan perlengkapan seadanya. Kami diajarkan navigasi menggunakan peta dan kompas. Menggunakan tanaman-tanaman di hutan sebagai bahan makanan. Dan membangun sebuah… ummm… *saya lupa namanya hmmm… oke, untuk sementara, sebut saja ‘shelter’, untuk bermalam. (Namanya: bivak)

Read the rest of this entry »

Hari Sabtu, 14 April 2012, nan cerah ini, saya berkunjung ke salah satu museum yang ada di Jakarta Pusat. Namanya Museum Nasional, terletak di Jalan Merdeka Barat, dekat Monas, dan lebih beken disebut Museum Gajah.

Gedung Gajah

Gedung Gajah


Read the rest of this entry »

Okay, you can blame me because I was so late writing this post… Tapi memori nya masih melekat di hati dan kepala saya. Karena saya sedang menyetel rekaman latihan gamelan 3 bulan yang lalu. Hehehe… 

Learn Gamelan

Saya pribadi punya prinsip kalau… di setiap perjalanan yang saya lakukan, saya harus melakukan sesuatu. Bukan sekadar datang dan melihat. Karena dengan melakukan, akan lebih terasa experience nya. Maka saya dan Fanny memutuskan untuk mengisi hari kedua liburan di Jogja dengan belajar gamelan. Janji bertemu dengan Mas Gito di sebuah sanggar gamelan yang sekaligus sanggar kerajinan perak jam 10 pagi. Wah ternyata Fanny lebih berpengalaman, dia sudah pernah belajar gamelan sebelumnya, saya belum.

Fanny playing Bonang

Fanny playing Bonang

Read the rest of this entry »

“Jogja, Surabaya atau Semarang?”

“Jogja”

“Oke”

Semudah itulah saya dan teman-berbodoh-bodoh-ria saya, Fanny, merencanakan perjalanan 2 hari ke Jogja. Pagi itu, hari Sabtu, jam 07.10 kami sudah mendarat di Bandara Adisucipto.

Kehilangan arah…
Read the rest of this entry »

It’s about 600 years ago when Zheng He, a Chinese mariner, had an expedition to South-East Asia, South Asia, Middle East and East Africa. His goal was to make peace between countries through diplomacy. It was when he arrived at Semarang harbor he built a temple called Sam Poo Kong.

Until now, Sam Poo Kong is still a place to pray. You can watch them pray using incense and burn “fake money”. What does it means to burn all that stuff? I don’t really understand either… =) I just enjoy looking at the candles, architecture and statue.

Image

Sam Poo Kong Gate


Read the rest of this entry »

Sungguh diluar dugaan…

Tibalah sebuah kesempatan saat saya dan teman-teman melakukan caving di Goa Buniayu. Tidak ada satupun dari kami yang pernah melakukan kegiatan ini. Pada saat itu, saya punya ekspektasi bahwa caving adalah wisata ringan yang tidak membutuhkan effort tenaga yang besar. Dimana kami tidak perlu berkotor-kotor, tidak perlu berkeringat, apalagi berendam setengah badan. Ternyata saya salah besar. Namun kesalahan ini menjadi elemen kejutan yang membuat perjalanan kami jadi berkesan.

XL Caving Team

The Caving Team


Read the rest of this entry »

The Invitation, Facebook all the way…

Kamis, 28  Januari 2010. Jam 1.51 malam

Thanks to Facebook, yang memudahkan Anak autis Anak gaul seperti gw bersosialisasi.

Meeting ala Facebook

Meeting ala Facebook

Walaupun Ira sedang bernegosiasi memindahkan jadwal ke Dufan jadi hari Minggu. Well I’m pretty sure, it won’t. Hehehehe… Suara yang sudah bulat 95% susah ditawar tawar lagi. So… Ke Dufan hari Sabtu. Scheduled.

Dipikir pikir… gw udah lama gak silaturahmi ke tempat Om Bekantan ini. 3 tahun ada kali. Klo bokap gw bilang, “Kelamaan ngantrinya daripada maennya”. Kalo Aji bilang, “Ngapain sih ke dufan…”, tanpa memberikan alasan yang jelas. Kalo Fanny bilang, “Next destination, Baduy run !” atau  “Kita ke Curug Malela yuk run” atau “Kapan kita ke Sempu?” gak pernah ngajak gw ke Dufan. Nah, baru sekarang gw dapet tawaran ke Dufan.

Saking senengnya, gw bikin pantun

Hari Sabtu ke Dufan…
Ketemu om bekantan…
Semoga waktu naik sampan…
Ketemu cowo tampan… *
pletak*

Tips: Ke Dufan saat weekend is okay, lo bisa dapet lebih dari 10 wahana. Tapi klo ke Dufan saat Long weekend, paling banter, naik 5 wahana. So, ke dufan saat long weekend…  think again.

Halte Landmark

Sabtu, 30 Januari 2010. Jam 8.19 pagi

“Halo, Mega, lo dimana? Gw udah di halte Setiabudi”
“Aku udah di halte Landmark run. Bukan setiabudi”
Landmark? Halte Landmark? Gw ga pernah denger yg namanya halte landmark…
“Halte landmark yang mana? Coba liat papan nama haltenya?”
“Bilang aja ama petugasnya. Turun di halte Landmark”
Mendekati bapak petugas busway.
Agung bertanya, “Bapak halte Landmark dimana ya?”
Bapak petugas busway berpikir keras, “Halte Landmark… Ga ada Halte Landmark. Janjiannya gimana?”
“Ketemu di halte yang di depan gedung Landmark”, kata gw.
“Oh… Dukuh Atas neng”
“Oooooooooh”

Tips: Kalo seseorang bernama Mega, minta ketemuan di halte Landmark, itu maksudnya halte Dukuh Atas ! Uuuufhhhh… Pagi pagi udah maen teka teki.

Kora Kora, My Turning Point

Sabtu. Jam 9 pagi.

Oke, semua personil sudah berkumpul. Mega, Debby, Dabbay, Yan, Agung, Opik, Lutfi, Chya. Kami bersembilan hanya mengeluarkan 90000 rupiah buat biaya tiket. Karena mega dapet gratisan dari kelana. Sisanya beli di kaskus seharga 100ribu rupiah. Kalo aslinya mah, harga tiketnya 150ribu. Habis kangen-kangenan. Sedikit foto-foto. Dan menyelesaikan urusan keuangan. Kita mulai menimbang-nimbang, what’s gonna be the first ride…

Lutfi, Chya, gw, Opik, Dabbay, Yan, Debby, Agung. Mega yang foto.

Lutfi, Chya, gw, Opik, Dabbay, Yan, Debby, Agung. Mega yang foto.

Honestly, Im not really the kind of though woman that enjoy playing the Kora Kora, those Roller coasters or not even interested in something that they called Tornado. Tapi… Edan, baru masuk, wahana pertama langsung Kora kora, salah satu momok buat gw.

Dulu, di JTP, gw pernah naik kora-kora versi mini. Itu aja, udah bikin gw gemetar dari ujung kaki ampe ujung rambut. Deg-degan akut. Lemas. Mual. Pusing. Rasanya mau mati aja. Itulah kenapa, seumur-umur gw belom pernah naik Kora-Kora. Tapi hari ini, akhirnya gw naik…

And guess what… Herannya, gw menikmati. Turun dari Kora-Kora juga gak ngerasa pusing. Gw kenapa ya… Di sekitar sini ada Romi Rafael kali ya. Trus gw dihipnotis, Zlap ! trus segala ketakutan gw hilang… Tapi gw gak ngeliat ada Romi Rafael. Trus kenapa ya, kenapa ya… Gw butuh jawaban…

Habis dari Kora-Kora kita naek Pontang-Pontang. Parah… Udah ga seru. Bikin sakit leher. Karena semua pada lemes, kami memutuskan SIOMAY dulu (Istilah nya Yan, singkatan dari Istirahat, Solat, Makan).

Tips: Jangan naik Pontang-Pontang.

Toilet Tragedy

Sabtu. Jam 1.30 siang.

Cerita gak ya… Malu gw… Cerita. Nggak. Cerita. Nggak… Nggak ahhh. My God, sumpah gw malu banget ! Ini aib. Gak usah diceritain dehhh… Memalukaaaaaan… IIIHHHHH CERITA GAK YAAAAAA

Ya udah deh, gw cerita, daripada kalian penasaran.

Waktu di McDonalds, gw mencari-cari wastafel buat cuci tangan. Gw liat, Opik nunjukin arah wastafel ke Agung, yaitu di sayap kanan McD. Gw berjalan sendirian dengan santai dan agak cepat menuju wastafel. Karena sudah lapar. Oke… Gw lihat ada papan penunjuk arah… ‘WASTAFEL & TOILET ->’. Ini dia wastafelnya. Beberapa detik, gw merasa diperhatikan ama cowo-cowo yang gw lewatin. Ahhaaayy… Sip lah, gw kece juga hari ini =), pikir gw.

Gw masuk ke ruangan wastafel itu. But then… Saat gw menoleh ke kiri… Gw melihat ada cowo sedang pipis di toilet dinding (entahlah bagaimana menyebutnya, itu loh, toilet yang khusus laki-laki, dan menempel di dinding). Karena gw adalah orang yang positif, gw masih sempet-sempetnya berpikir, ini toilet campur ya. Tentu saja tidak Arunaaa. “Mbak toilet perempuan ada di sebelah sana” Ow, DAMN ! GKHGKHGKGKKHGGKHGKGHKGKHJGHGKJKHHKJHGGHGHGKJKGKJJHK! Abis itu, gw ikut lomba lari marathon.

Tips: Kalo ngalamin kejadian yang sama, salah masuk toilet cowo, jangan panik, ingatlah untuk tersenyum manis, siapa tau ada yang kepincut. =)

Bukan karena Romi Rafael

Sabtu. Jam 4 sore.

Kami sudah naik berbagai wahana, Perang Bintang, Arung Jeram, Halilintar, Ontang Anting, Journey to The Center of Earth (antri ampe 2 jam, gak sebanding, menurut gw kurang seru), Rumah Jahil dan Niagara. Gw masih mencari-cari Romi Rafael yang kemungkinan telah menghipnotis gw menjadi pemberani. Karena waktu gw naik Halilintar, juga sangat menyenangkan =). Gw duduk paling depan, bersama Yan, it was totally fun  ! hehehehe…

Yan bilang, “Run, naek kicir-kicir yuk”. He, bukannya kicir-kicir itu yang paling serem sebelum Tornado ya. But at that time, nothing can stop me trying to produce more and more adrenalin. Haha…

Saat kicir-kicir itu baru mulai. Barulah gw sadar, gw tiba-tiba pemberani bukan karena Romi Rafael. Bukan sama sekali. Yang membedakan dulu dan sekarang hanyalah… Kalo dulu gw gak berani melek. Kalo sekarang, gw melek dari awal sampe akhir. Itulah kenapa gw menikmati setiap detiknya. Dan resep itu benar benar bekerja sodara sodara.

Resep magis itu gw ingat-ingat betul waktu kicir-kicirnya mulai naik. It’s surprisingly works. =D Biar kepala di bawah. Biar di ketinggian. Biar diputer-puter. No problemmmm … Hanya dengan syarat… buka lebar lebar matamu. Simpel banget ! Kicir-Kicir pun menjadi wahana favorit gw. Gosh, akhirnya gw menemukan rahasianya. Kenapa gak dari dulu gw sadar hal ini. Berarti selama ini gw ke dufan, bener bener mubazir…

Jemuran manusia

Jemuran manusia =D

Habis kicir-kicir, kami langsung nyobain Tornado. Mega ikut. Udah di atas pun gw terus menyemangati Mega dengan mengingatkan resep ini. “YA ALLAAAHHHH… Melek Megaaaaaaaa… AAAAAAAA!“ Begitu kira kira kalimat gw… Hasilnya? Mega berhasil menaklukkan Tornado. No hangover. No dizzy. Just feeling fresh and happy. Hahahaha…

Gw dan Mega adalah contoh hidup, bahwa resep ini berhasil.

Tips: Bagaimana caranya menaklukkan wahana-wahana seperti Kora-Kora, Halilintar, Kicir-Kicir dan Tornado?

  1. Buka mata yang lebar. Merem tidak akan menyelesaikan masalah. Justru membuat gemetar makin menjadi-jadi.
  2. Teriak sekencang-kencangnya. Dimana lagi bisa teriak, gak ditimpukin tetangga sebelah.
  3. Percaya sama pengaman kamu. Waktu beban tubuh hanya ditopang ama pengaman. Jangan ditahan. Biarin aja. Mau gak mau… Pasrah.
  4. Baca Bismillahirrahmanirrahim
  5. Sebelum naik, telpon atau sms orang tua, keluarga, sahabat, gebetan atau pacar. Katakan bahwa kamu sayang mereka. *becanda gw*

See? Ini bukan masalah punya jiwa pemberani atau bukan. Gak perlu Romi Rafael. Resepnya jelas ! Bukannya menyeramkan, kamu bakal merasa senang, dan pengen ngulang lagi. Now, all you have to do is take the first step, ikut mengantri dan jangan kembali lagi. =)

The Best Fireworks I’ve Ever Seen

Sabtu. Jam 7 malam.

Setelah naik Bianglala, kami duduk dan menunggu di pinggir danau. Untuk melihat kembang api yang katanya bakal dinyalain jam 7. Awalnya, gw merasa biasa-biasa aja. Just a firework…

Kembang api nan cantik

Kembang api nan cantik

Pukul 7 telah tiba. Seluruh lampu di Bianglala dimatikan. Benar benar gelap. Hmm… Letusan kembang api pertama mulai. Dan ternyata… baguuuuuuus banget. Terus kembang api kedua, ketiga dan seterusnya… Karena posisi yang kami ambil bener-bener pas. Kembang api itu terasa dekat, tepat di depan muka gw. Kata kata Wow, wow, wow, wow, wow, otomatis terucap di bibir gw. 1 wow untuk 1 kembang api. Gw bener-bener terpana.

Tips: Gak ada tips, nikmatin aja =)

Live Music Reggea

Sabtu. Jam 7.30 malam.

Hati gw masih berbunga-bunga habis ngeliat kembang api tadi. Kami berjalan menuju pintu keluar. Tapi eitsss… sebentar dulu,,, gw melihat ada live music, yang di depan panggungnya udah banyak orang yang berjoget-joget ria. Gw mendekat…  Oh Em Ji, music reggae ! Reggea ! Band yang ada di panggung itu lagi nyanyi Could You Be Love nya Bob Marley. Ahhh… gw langsung terhipnotis masuk ke kerumunan orang itu.

hadeuh, nemuin beginian, bener bener... my dreaming come true

goyang kaki, kaki telanjang, asik nian ikuti irama musik - Pesta Pantai

Setelah itu mereka nyanyi lagu-lagu favorit gw yang lain, Here I Am nya UB40, Get Up Stand Up nya Bob Marley, Welcome to My Paradise nya Steven n Coconut Treez ! Ada juga beberapa lagu yg gw ga kenal, ada yang mereka sebut  Pesta Pantai. Trus ditutup dengan lagu daerah, Saljojo. Beuh, ini band reggae abis. Style mereka juga sudah menunjukkan ke-rasta-an mereka. Asik. Asik banget. Saat mereka udah selese manggung. Baru kami benar-benar pulang.

…Berlari-larian di tengah hujan.

Tips: Sedia payung sebelum hujan (jangan kaya gw).

***

Today was totally perfect. Gw merasa seakan-akan, Dufan sengaja men-set hari ini khusus buat bikin gw happy. Hahahaha…. Thanks ya Om Bekantan =)

Twitter Updates

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,503 other followers

TODAY’s QUOTE

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – St. Augustine

Categories

Explore Here

Hi ! Anda adalah pengunjung ke...

  • 117,045