You are currently browsing the tag archive for the ‘harapan’ tag.

Escape!

Escape!

Hola blog! Buenos dias, buenas tardes, buenas noches, buenas buenas deh semuanya (Keren mampus kan bhs Spanyol gw? kekekeke…)

Wisuda udah,,, ngebahagiain orang tua udah,,, tapi kok gw sendiri gak ngerasa bahagia seperti yang seharusnya gw bayangkan kalo ‘Suatu Saat Gw WI-SU-DAA’ ya… Banyak keresahan yang baru. Walopun gak ada yang menekan gw. Tapi lingkungan selalu mengarahkan kita untuk menjadi manusia yang ordinary. Manusia yang abis lulus kuliah, ya… kerja. Kalo gak ya… ngelanjutin sekolah. Malah ada juga yang langsung nikah.

Kadang kadang gw pengen keluar dari garis ordinary itu. Jadi apa saja atau mengalami apa saja yang gak biasa. Misalnya jadi sukarelawan ke Afrika, jadi buronan polisi, jadi waitress, jadi masinis Kereta Api, jadi guru TK, masuk penjara kalo perlu, apa aja deh, asal diluar dari kebiasaan. Mau itu more than ordinary, atau less than ordinary. Just let me out of this hell ordinary!!!

Oke Aruna sudah gila…

Mungkin gw mengalami yang namanya krisis umur 20 an. Masa dimana kita perlu mengambil keputusan2 yang akan menentukan jalan hidup kita ke depan. Seandainya gw bisa nge-pause-in waktu, supaya gw bisa semedi dan berpikir sejenak, mau apa gw??? Karena gw ngerasa banget, gw sendiri gak punya motivasi yang cukup untuk kerja kantoran. Ya, walaupun gw selalu mengatakan dengan optimis, bahwa kerja kantoran tidak akan membuat gw stop inovasi dan selalu kreatif untuk pengembangan diri dan membantu orang2 sekitar gw. Tapi… sesungguhnya di dalam lubuk hati, gw takut rutinitas bekerja akan membunuh cita2 dan impian gw yang lain (walaupun itu hal2 yang kecil). Apakah kerja kantoran akan seburuk itu?

Tapi boro2 nge-pause-in waktu. Dalam waktu dekat ada berbagai job fair yang membuyarkan perhatian gw. dan itu berlanjut lagi dengan psikotest2 yang lama2 melelahkan juga, kalo beruntung, lanjut interview. Uuufffhhh… gw merasa masih terlalu muda untuk segala kegiatan job seeker ini.

Hmm… Pangeran William aja abis lulus SMA, jalan2 dulu setahun, sambil mikirin pengen ngelanjutin kuliah kemana. Rasanya gw juga perlu setahun itu… ya gak perlu setahun juga sih. Pokoknya cukup waktu untuk bernafas dengan teratur, ngelurusin benang ruwet yang ada di otak gw, dan mengembalikan semangat hidup gw. Supaya selanjutnya, gw bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan ikhlas, sempurna dan dengan hasil yang memuaskan. Gak kaya sekarang… badan gw gerak, tapi gak pake hati. Kaya robot… Kaya daun yang kebawa angin. Kaya barisan pengungsi Yahudi yang diusir Jerman waktu Perang Dunia II. (hubungannya apa?) ya itu deh. “I want to break free” kalo kata Queen.

Atau sebenernya jawaban dari segala celoteh gw ini hanya… gw pengen backpacking lagi… hehe.

I wanna breeze and an open mind

I wanna swim in the ocean

Wanna take my time for me

All me

So maybe tomorrow

I’ll find my way home…

So maybe tomorrow

I’ll find my way home…

(Stereophonics)

RPL Laboratory- He eh, gw mo mudiiiiiikkkkk!!!! senangnyaaaa…

Gw lagi di lab, sambil nungguin travel. soalnya kalo nungguin di kontrakan sepi… anak2nya udah pada pulang semua. so, gw berharap kalo berangkat dari lab, ada yang melepas kepergian gw, ada yang dadah dadah in gw waktu naek ke mobil travelnya. :p ngarep…

Bulan ini bener2 berasa penuh berkah buat gw. Terima kasih ya Allah, kau mudahkan jalan bagiku… Alhamdulillah…

Sebenernya udah kebelet banget pengen posting, tapi ga tau kenapa, ga jadi jadi.

mau posting ikutan ICTel… belom ada fotonya

mau posting TA… ntar pada ga ngerti

mau posting sidang… malu euy :p

mau posting jalan2 ke Tangkuban perahu, The Jungle… udah basi ah

mau posting kuliner ke Elizabeth… ga mood nulis waktu itu

hehehe banyak alasan

udah banyak kejadian di hidup gw dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan ini, tapi ga pernah gw posting.
hehehhe… ga tau kenapa.

hari ini gw anggap titik baru kehidupan gw. gw bakal buat daftar baru, pencapaian hidup yang harus gw perjuangangkan selepas dari kampus diantaranya:

– cari sekolah s2

– sambil cari kerja

– belajar nyetir mobil

– bikin riset

– naek gunung lagi

– dan lain lain DAN LAIN LAIN

pokoknya buanyak deh. hal hal yang gak bisa gw lakukan karena sebelumnya gw cuma fokus buat TA.

yak yak yak. mobil travel gw udah dateng.

gw musti cabut. babayyyyyy

🙂

Sebenarnya… Ini tugas Kuliah, sudah lama pula. Tapi… sepertinya diposting bagus juga. Lebih tepatnya Re-Posting dari another blog ‘gak mateng’ gw. :p well, selamat menikmati. Serius, BACA DEH!

Kuliah Kapita Selekta yang dibawa oleh Bapak Romi S. Wahono (RSW) pada hari Sabtu yang lalu cukup memberikan kami semua yang hadir di ruangan itu sebuah pencerahan. Percayalah akan kemampuan diri, kembangkan dan tampilkan atau sharing.

Kalau Bapak Romi membagi mahasiswa di sekolah Jepang dalam tiga kasta, yaitu Kasta Brahmana yang sempurna akademisnya, Kasta Satria yang hidup segan mati tak mau, dan terakhir Kasta Sudra yang bodoh, namun ahli dalam bidang lain seperti olahraga dan musik. Saya jadi berpikir… sepertinya saya adalah kelompok kasta Satria yang hidup segan mati tak mau. Kalau ditanya apa tujuan hidup saya, saya pasti tidak tau. Karena saya memang tidak tau, saya tidak yakin. Yang saya tau, saya harus beribadah kepada Yang Kuasa, kuliah yang bener, jangan nakal, lulus tepat waktu, dapet gelar untuk melamar kerja dan membahagiakan orang tua. What an ordinary life!

Jelas saya bukan Kasta Sudra, karena saya sama sekali tidak punya bakat profesional dalam bidang musik ataupun olahraga. Kenapa tidak Kasta Brahmana? Nilai saya memang cukup baik. Saya mungkin jago menjawab soal-soal ujian, tapi kalau disuruh mendevelop sebuah perangkat lunak atau suatu sistem informasi, hmmm… sepertinya saya kurang berpengalaman. Padahal saya pengen baget lho dapet tawaran atau kesempatan.

Nah… bicara dengan mesin saja saya sudah setengah-setengah, menganalisa design ogah-ogahan, berorganisasi hanya seperlunya, nge-Blog-ing pun sekarang sudah gak rajin, seharusnya saya sadar… selama ini yang saya lakukan sedang-sedang saja. Nggak full act. Sayang juga masa muda habis hanya untuk yang sedang-sedang saja.

Seperti yang dikatakan Bapak Romi, tentukan sekarang di bidang apa kita ingin melakukan spesialisasi. Apakah itu designing, programming, jangan sampai… nothing. Lalu kembangkan diri disana. Jadilah ahlinya. “Lebih baik jadi ikan besar di kolam yang kecil.” Begitu bukan?

Kemudian… Kalau ingin menjadi individu yang utuh, pintar untuk diri sendiri saja ternyata tidak cukup. Berbagilah dengan orang lain. Itulah kenapa kemampuan berbicara sangat penting. Kalau selama ini kita dikenal dengan makhluk individualis, mari kita hilangkan mitos mahasiswa STT Telkom yang asosial itu.

Bapak Romi juga menuturkan bahwa manusia-manusia yang mendominasi dunia pada jaman yang akan datang adalah manusia yang memiliki keunggulan defacto dan keunggulan dejure. Kalau bicara tentang profil seseorang yang sukses karena keunggulan defacto, saya jadi teringat kisah Frank Abagnale. Baru-baru ini kisah hidupnya dikemas dalam film berjudul ‘Catch Me If You Can’ yang diperankan oleh aktor favorit saya, tidak lain dan tidak bukan, Leonardo DiCaprio dan sebagai rival sekaligus sahabatnya adalah Tom Hanks.

Frank sendiri adalah seorang penipu kelas kakap pada tahun 70 an. Dengan kecerdasannya dan juga kelihaiannya memikat orang, dia bisa memperoleh banyak uang dengan membuat cek palsu. Dia juga sempat menjadi seorang pilot, dokter bahkan pengacara! Sedangkan Tom Hanks berperan sebagai seorang agen FBI yang dengan susah payah menangkap si penjahat bebuyutan. Kemudian Frank akhirnya tertangkap juga di Eropa dan dibawa kembali ke Amerika. Hadup Frank berubah, dimulai saat keahliannya digunakan oleh FBI untuk melacak penjahat-penjahat pemalsuan cek yang lain. Ia bahkan dipercaya menjadi salah satu agen FBI. Dan dia juga diminta untuk mendesain cek yang bebas pemalsuan yang kini digunakan oleh banyak bank. Bisakah anda lihat, semua kesuksesan bisa diperoleh Frank tanpa harus bersekolah di MIT atau universitas manapun. Ia memang mempunyai keahlian mutlak di bidangnya, diakui oleh masyarakat, yang mungkin tidak bisa ditandingi oleh yang berpendidikan lebih tinggi sekalipun.

Frank hanyalah salah satu contoh orang terkenal yang sukses karena keunggulan defacto. Pencipta google, pembuat Mozilla Firefox dan banyak orang tersohor lainnya tidak sedikit yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berliku-liku. Kalau tidak di DO dari kampus, ada juga yang seorang kriminal. Tapi mereka dikenal karena hasil kerja mereka nyata, bahkan bisa membuat perubahan peradaban di masyarakat. Siapa sih yang gak pernah googling jaman sekarang?

Hmmm… Mungkin saya DO saja dari STT Telkom, baru bisa jadi orang sukses seperti mereka ya? 😀

Sayangnya, banyak dari kita yang hanya terfokus untuk meraih keunggulan deyure. Padahal gelar bukan jaminan hidup sukses. Kalau punya mobil dan punya rumah mungkin (Insya Allah) sudah di depan mata bagi lulusan STT Telkom. Amin…Tapi hidup sukses yang ini beda artinya. Bagi saya itu berarti bisa menempatkan diri di masyarakat, membuat peradaban baru ke arah yang lebih baik dan jadi seseorang yang berguna bagi negara. Itu baru namanya sukses. What a life!

Walaupun sekarang rasanya masih seperti mimpi di siang bolong, tetaplah bermimpi. Percaya dong kalau sekarang saatnya individu yang membuat perubahan. Sesuai yang dikatakan Thomas L. Friedman dalam bukunya ‘The World Is Flat’ bahwa bukan negara lagi yang berperan seperti pada masa kerajaan Majapahit, bukan juga perusahaan yang berkuasa, tapi diri sendiri lah yang bisa membuat perubahan. Saya… Kamu… Kita sendiri yang bisa membuat perubahan. Ayo berjuang!

REFERENSI

Bapak Romi S. Wahono. Kuliah Kapita Selekta: Trend SDM. Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi. Bandung. Sabtu, 22 September 2007.

Twitter Updates

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,503 other followers

TODAY’s QUOTE

“The world is a book and those who do not travel read only one page.” – St. Augustine

Categories

Explore Here

Hi ! Anda adalah pengunjung ke...

  • 117,032